Jumat, 10 Juni 2016
Pukul 03.00 wib
dini hari, abi masuk ke ruang operasi. Saya sendiri yang mengantarkan saat itu
karna ruang operasi berada satu lantai diatas ruang IGD.
“Bi, bismillah
ya bi, abi pasti bisa, abi pasti sembuh..”
Begitu ucap saya
kea bi, cuman itu karna selebihnya saya nahan nangis. Alhamdulillah, abi saat
itu terlihat sangat tenang, dan terus berdzikir.
Hingga pukul 5
pagi, abi belum juga keluar dari ruang operasi. Saya dan ihsan hanya bisa terus berdoa dan berdoa. Umi yang
tadinya menelfon kami terus untuk menanyakan abi sampai akhirnya kami minta
untuk tidak menelfon lagi sebelum kami yang memberikan kabar. Hanya berdoa yang
bisa kami lakukan.
“Keluarga Bapak
Abdul Kadir..”
Suara panggilan
itu terdengan dari pengeras suara yang berada di ruang IGD. Sontak saya
langsung bergegas, berlari menuju ruang operasi saat itu. Berpikir bahwa
operasi abi telah selesai dan berhasil, ternyata bukan kabar itu yang saya
dapatkan.
“Mbak, ini bapak
darahnya banyak keluar, jadi mbak kami minta untuk ke Rumah Darah untuk ambil
darah disana, kami sudah menghubungi petugas disana, mbak bawa surat pengantar
ini ya..”
Abi pendarahan,
operasi belum selesai karna abi pendarahan. Allahku, saya benar benar lemas
mendengar berita itu. Saya bingung, pikiran saya langsung blank semua. Saya
tidak tahu dimana itu rumah darah, bagaimanapun saat itu saya cuman bisa
berlari dari IGD menuju Rumah Darah untuk segera mendapatkan darah. Saya
benar-benar ketakutan. Dan ternyata jarak antara IGD dan Rumah Darah cukup
jauh. Sampai di Rumah Darah saya harus menunggu karna itu masih pagi dan
petugas masih belum datang. Ya Allah, selamatkan abi, lindungi abi.. sambil
menangis dan membaca yasin saya duduk terdiam disana. Selang 30 menit, alhamdulillah
darah saya terima dari sana. Saya langsung bergegas lari secepat mungkin saat
itu menuju ruang operasi. Ternyata tidak sampai disitu. Saya diminta untuk
memberikan sample hasil operasi kepada pihak laboratorium, mungkin ini untuk
rekam medis hasil operasi nantinnya. Kembali saya harus cepat.
Kurang lebih 3
kali saya diminta untuk bolak balik IGD-Rumah Darah saat itu. Keadaan diri
sendiri sudah tidak saya hiraukan lagi, yang terpenting adalah operasi abi
segera selesai dengan lancar.
Jam menunjukkan
pukul 11.15, akhirnya saya kembali dipanggil ke Ruang OK. Dengan penuh harapan
dan bergegas saya langsung berlari secepat mungkin. Alhamdulillah, permintaan
kedatangan saya saat ini adalah untuk menyambut abi keluar dari ruang operasi.
Maha besar Allah, di depan pintu saya melihat Abi begitu segarnya, begitu
kuatnya abi bisa melewati operasi yang kurang lebih 8 jam lamanya. Raut wajah
bahagia yang bukan main saya gak bisa ngomong apa apa lagi, hanya bersyukur dan
bersyukur. Adik saya, ihsan yg dengan cemasnya menunggu dibawah pun mengucap
syukur Alhamdulillah setelah mendapat berita ini dari saya. Orang yang pertama
kali dihubungi adalah umi “Mi, Alhamdulillah operasi abi lancar, udah selesai”.
Keluar dari
ruang OK, abi langsung dibawa menuju kamar pasien, Lantai 3 Gedung A kamar 401.
Saya sampai ingat persis. Alhamdulillah selama pemulihan, Abi mendapat
pelayanan dan perawatan yang luar biasa dari para suster suster disini. Abi
dirawat selama seminggu, hingga akhirnya abi diperbolehkan untuk pulang oleh
dokter.
Alhamdulillah,
Alhamdulillah, Alhamdulillah..
Saya gak tau
lagi mau ngomong apa. Apa yang telah kami lewati ini benar-benar nyata bahwa
Allah menyayangi kita, Allah gak akan memberikan kita cobaan diluar batas
kemampuan kita. Yang awalnya saya merasa tidak sanggup menghadapi ini tapi
Alhamdulillah setelah menjalani dan menghadapinya dengan penuh keiklasan dan
kesabaaran, semua bisa terlewati dengan kemudahan yang diberikan Allah juga.
Saya berterima
kasih yang sebesar besarnya kepada Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo yang telah
memberikan pelayanan yang sangat sangat professional terhadap pasiennya.
Terimakasih tim dokter bedah vaskuler, dokter penyakir dalam, dokter-dokter
senior, Dr. Yogi dan teman teman yang sudah membantu kesembuhan Abi saya,
ngelayanin cerewetnya saya yang gak tau apa apa ini dengna sabarnya.
Terimakasih kepada mbak-mbak dan ibu-ibu suster yang sabaaaarrrrrrr banget
merawat Abi saya, lagi lagi ngeladenin cerewetnya saya. Terimaksih untuk
seluruh keluarga yang sudah mendukung dari segi apapun, mendoakan kesembuhan
Abi saya. Terimakasih untuk teman-teman saya yang tidak pernah absen memberi
saya semangat, doa untuk kesembuhan Abi. Alhamdulillah, saat ini Abi dalam
keadaan sehat walafiat walaupun harus selalu suntik insulin, menjaga gula darah,
dan lain lain tapi ini bukan apa apa dibandingkan dengan apa yang telah kami
lewati sebelumnya. Terima kasih sekali lagi untuk semua ini ya Allah.
Alhamdulillah..
Sekian cerita pengalaman saya. Semoga pengalaman saya ini bisa bermanfaat untuk kita semua ya, amiin.. :)
No comments:
Post a Comment