Sunday, October 23, 2016

Pengalaman di Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakart Pusat (Part 3)

Jumat, 10 Juni 2016
Pukul 03.00 wib dini hari, abi masuk ke ruang operasi. Saya sendiri yang mengantarkan saat itu karna ruang operasi berada satu lantai diatas ruang IGD.
“Bi, bismillah ya bi, abi pasti bisa, abi pasti sembuh..”
Begitu ucap saya kea bi, cuman itu karna selebihnya saya nahan nangis. Alhamdulillah, abi saat itu terlihat sangat tenang, dan terus berdzikir.
Hingga pukul 5 pagi, abi belum juga keluar dari ruang operasi. Saya dan ihsan  hanya bisa terus berdoa dan berdoa. Umi yang tadinya menelfon kami terus untuk menanyakan abi sampai akhirnya kami minta untuk tidak menelfon lagi sebelum kami yang memberikan kabar. Hanya berdoa yang bisa kami lakukan.

“Keluarga Bapak Abdul Kadir..”
Suara panggilan itu terdengan dari pengeras suara yang berada di ruang IGD. Sontak saya langsung bergegas, berlari menuju ruang operasi saat itu. Berpikir bahwa operasi abi telah selesai dan berhasil, ternyata bukan kabar itu yang saya dapatkan.
“Mbak, ini bapak darahnya banyak keluar, jadi mbak kami minta untuk ke Rumah Darah untuk ambil darah disana, kami sudah menghubungi petugas disana, mbak bawa surat pengantar ini ya..”
Abi pendarahan, operasi belum selesai karna abi pendarahan. Allahku, saya benar benar lemas mendengar berita itu. Saya bingung, pikiran saya langsung blank semua. Saya tidak tahu dimana itu rumah darah, bagaimanapun saat itu saya cuman bisa berlari dari IGD menuju Rumah Darah untuk segera mendapatkan darah. Saya benar-benar ketakutan. Dan ternyata jarak antara IGD dan Rumah Darah cukup jauh. Sampai di Rumah Darah saya harus menunggu karna itu masih pagi dan petugas masih belum datang. Ya Allah, selamatkan abi, lindungi abi.. sambil menangis dan membaca yasin saya duduk terdiam disana. Selang 30 menit, alhamdulillah darah saya terima dari sana. Saya langsung bergegas lari secepat mungkin saat itu menuju ruang operasi. Ternyata tidak sampai disitu. Saya diminta untuk memberikan sample hasil operasi kepada pihak laboratorium, mungkin ini untuk rekam medis hasil operasi nantinnya. Kembali saya harus cepat.

Kurang lebih 3 kali saya diminta untuk bolak balik IGD-Rumah Darah saat itu. Keadaan diri sendiri sudah tidak saya hiraukan lagi, yang terpenting adalah operasi abi segera selesai dengan lancar.

Jam menunjukkan pukul 11.15, akhirnya saya kembali dipanggil ke Ruang OK. Dengan penuh harapan dan bergegas saya langsung berlari secepat mungkin. Alhamdulillah, permintaan kedatangan saya saat ini adalah untuk menyambut abi keluar dari ruang operasi. Maha besar Allah, di depan pintu saya melihat Abi begitu segarnya, begitu kuatnya abi bisa melewati operasi yang kurang lebih 8 jam lamanya. Raut wajah bahagia yang bukan main saya gak bisa ngomong apa apa lagi, hanya bersyukur dan bersyukur. Adik saya, ihsan yg dengan cemasnya menunggu dibawah pun mengucap syukur Alhamdulillah setelah mendapat berita ini dari saya. Orang yang pertama kali dihubungi adalah umi “Mi, Alhamdulillah operasi abi lancar, udah selesai”.

Keluar dari ruang OK, abi langsung dibawa menuju kamar pasien, Lantai 3 Gedung A kamar 401. Saya sampai ingat persis. Alhamdulillah selama pemulihan, Abi mendapat pelayanan dan perawatan yang luar biasa dari para suster suster disini. Abi dirawat selama seminggu, hingga akhirnya abi diperbolehkan untuk pulang oleh dokter.

Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah..
Saya gak tau lagi mau ngomong apa. Apa yang telah kami lewati ini benar-benar nyata bahwa Allah menyayangi kita, Allah gak akan memberikan kita cobaan diluar batas kemampuan kita. Yang awalnya saya merasa tidak sanggup menghadapi ini tapi Alhamdulillah setelah menjalani dan menghadapinya dengan penuh keiklasan dan kesabaaran, semua bisa terlewati dengan kemudahan yang diberikan Allah juga.


Saya berterima kasih yang sebesar besarnya kepada Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo yang telah memberikan pelayanan yang sangat sangat professional terhadap pasiennya. Terimakasih tim dokter bedah vaskuler, dokter penyakir dalam, dokter-dokter senior, Dr. Yogi dan teman teman yang sudah membantu kesembuhan Abi saya, ngelayanin cerewetnya saya yang gak tau apa apa ini dengna sabarnya. Terimakasih kepada mbak-mbak dan ibu-ibu suster yang sabaaaarrrrrrr banget merawat Abi saya, lagi lagi ngeladenin cerewetnya saya. Terimaksih untuk seluruh keluarga yang sudah mendukung dari segi apapun, mendoakan kesembuhan Abi saya. Terimakasih untuk teman-teman saya yang tidak pernah absen memberi saya semangat, doa untuk kesembuhan Abi. Alhamdulillah, saat ini Abi dalam keadaan sehat walafiat walaupun harus selalu suntik insulin, menjaga gula darah, dan lain lain tapi ini bukan apa apa dibandingkan dengan apa yang telah kami lewati sebelumnya. Terima kasih sekali lagi untuk semua ini ya Allah. Alhamdulillah..


Sekian cerita pengalaman saya. Semoga pengalaman saya ini  bisa bermanfaat untuk kita semua ya, amiin.. :)

No comments:

Post a Comment